Selasa, 06 Maret 2012

Jawaban Ust. Abu Sangkan: mengenai the secret

Abu Sangkan Menjawab pertanyaan yang dilayangkan saudara HN. pada tanggal September 25 at 1:44pm

    “Assalamu’alaikum ustad Abu Sangkan, saya adalah penggemar baru anda setelah sering nonton anda di program indahnya sholat di metroTV, menurut saya dari pengamatan saya ustad sudah baca the secret nya rhonda byrne,saya adalah penggemar the secret dan quantum nya erbe sentanu “

Jawaban Ust. Abu Sangkan:

Wa’alaikum salam, saya bukan penganut the secret-nya Rhonda Byrne atau quantum ikhlas-nya mas Erbe Sentanu. Tetapi saya memahami apa yang mereka maksudkan dalam buku tersebut.

Dasar ilmu pengetahuan barat mengacu kepada materialisme dan empirisme yang terukur dan teruji. Para psikoanalisa dan para neurolog barat memahami jiwa tidak sama dengan pemahaman Islam. Karena Islam memahami jiwa bukan berasal dari sesuatu yang dapat dianalisa dan terukur, yaitu berupa ruh yang tidak bisa digambarkan bahkan tidak diberikan pengetahuannya kecuali hanya sedikit .. sebagaimana Firman Allah :

Dan mereka bertanya kepadamu mengenai roh. Katakanlah : Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan malainkan sedikit. (Al Isra’:85)

Dan dalam surat Al Fajr :27-28 :

Wahai Jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

Kata jiwa dalam Al qur’an disebut An nafs dalam kalimat “yaa ayyatuha an nafsu al muthaminnah irjii ila rabbiki raadhiatan mardhiyyah…..

Jiwa manusia bisa kembali berjumpa dengan Allah, memasuki alam ruhaniyah. Sedangkan jiwa menurut Ahli jiwa adalah aktifitas otak manusia berupa daging yang berada dalam tempurung kepala. Menurut medis, otak adalah pusat kesadaran manusia. Apabila otaknya bermasalah maka kesadaran seseorang juga bermasalah. Orang sakit jiwa menurut medis pada dasarnya adalah sakit otak. Mereka mengatasi persoalan kejiwaan dilakukan seperti yang dilakukan ahli tehnisi komputer. Mereka mencari kabel-kabel syaraf dan neurotransmitter yang tidak nyambung (rusak). Atau memberikan hormon-hormon yang bisa memberikan pengaruh kepada ketenangan otaknya yang tegang.

Otak ibarat komputer ajaib yang memilki memori yang mampu menyimpan data berjuta-juta giga byte. Dan memilki jaringan kabel-kabel penghubung keseluruh organ tubuh manusia secara digital yang sangat rumit berupa trilyunan neuron.

Dengan demikian ilmu jiwa bagi saintis adalah kumpulan materi yang saling mengikat dan berhubungan melalui neurotransmitter. Dan manusia tidak ubahnya hanyalah benda-benda kimiawi dan elektrik yang bisa dirubah oleh siapa saja, termasuk oleh dokter jiwa.

Perkembangan ilmu jiwa dewasa ini menunjukkan kemajuan yang paling spektakuler setelah ditemukan adanya kesadaran spiritual dalam otak manusia berupa titik Tuhan – God Spot – di wilayah temporal lobes.

Dunia barat mulai mengakui adanya kecerdasan spiritual (SQ) memilki potensi lebih tinggi dari IQ dan EQ.

Gagasan ini timbul dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Michail Pessinger , mengukur otaknya dengan alat elektromagnetik transcranial yang ditempelkan pada otaknya dengan ukuran beberapa microvolt sehingga menimbulkan getaran pada temporal lobes.

Sebelumnya, Pessinger mengukur otak responden para meditator Hindu dan Budha untuk diukur getaran otaknya ketika bermeditasi. Sehingga ditemukan pada wilayah tersebut tergetar, dan getaran tersebut akhirnya diberi nama oleh Pessinger adalah God Spot.

Temuan ini tidak membuat Pessinger semakin percaya adanya Tuhan, justru ia semakin mantap tidak berketuhanan (Atheis).. Karena Tuhan yang dimaksudkan oleh para ahli agama ternyata hanyalah getaran listrik pada temporal lobes. Dan ia bisa membuktikan secara ilmiah.

Istilah God Spot yang ditemukan oleh Pessinger hanyalah olok-olok belaka untuk para meditator yang waktunya dihabiskan untuk bermeditasi.

Munculnya Spiritual Quotient ini dipopulerkan oleh Dana Zohar sehingga sampai ke Indonesia. Namun alangkah terkejutnya peserta seminar beberapa waktu yang lalu, bahwa Danah Zohar mengaku dirinya tidak mempunyai Agama (Atheis), namun ia seorang spiritualis.
Mengapa timbul getaran pada Titik Tuhan ?

Karena adanya getaran listrik yang ditimbulkan oleh neurotransmitter yang membawa gambar-gambar atau patung , bunyi-bunyian, wangi-wangian sebagai alat konsentrasi meditasi yang ditangkap reseptor mata, telinga, hidung menuju wilayah temporal lobes dalam otak.

Maka dengan demikian para saintis memastikan gelombang pada otak para meditaor ternyata hanya sampai pada wilayah otak. Dan spiritual bisa dilakukan dalam ruangan praktek laboratorium, tanpa harus melakukan meditasi atau beragama dengan susah payah.

Kembali kepada dasar sain modern mengenai Jiwa, bahwa jiwa adalah sebuah benda yang bisa di riset dan di analisa dengan sesuatu yang bisa diukur. Maka dengan ukuran tertentu berupa gelombang suara 8 Hz-12 Hz yang diperdengarkan kepada reseptor telinga menuju otak manusia akan mengalami tingkat alfa. Kondisi ini berpengaruh kepada ketenangan dan rilek. ( bagi yang tuli tidak akan bisa melakukannya)

Dan apabila diperdengarkan suara lembut secara quantum dan bernada minor, maka akan menimbulkan rasa sedih karena menyentuh saraf psidubulbar.

Kondisi ini tidak membutuhkan tingkat keshalehan seseorang dalam beragama. Selesai berbuat maksyiatpun bisa mendapatkan kondisi ini. Makanya mengapa para penggagas ilmu spiritual yang menganut tekhnospiritual membebaskan agama apapun bisa melakukannya. Akibatnya, agama menjadi sama, halal harampun tidak lagi menjadi persoalan yang mengikat kehidupannya.

Al qur’an telah memberikan gambaran, mengapa perbuatan syirik tidak diterima tobatnya oleh Allah ?

Setelah melihat kenyataan praktek tekhnospiritual yang dilakukan Pessinger ,menambah kebenaran bahwa Allah tidak bisa ditangkap oleh otak manusia.

Otak manusia akan bergetar jika mendapat informasi dari reseptor indria tubuh kita. Dan orang-orang musyrik pada masa Nabi memberikan alasan bahwa mereka tidak menyembah berhala-berhala yang mereka ciptakan, akan tetapi hanyalah menjadi alat konsentrasi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Allah berfiman: Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): Kami tidak meyembah mereka (berhala) melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya (QS. A zzumar,39: 3)

Alasan yang dianggap masuk akal ini sering juga digunakan orang-orang masa kini ketika ditanya mengapa mengikuti spiritual harus menggunakan perantara musik atau membayangkan sesuatu ? agar tidak tampak keluar dari syar’i, ia memberinya polesan istilah Islam agar tidak ada pertentangan secara sosiologis.

Agama Islam didasarkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, bukan diukur dari tingkat gelombang pikiran. kalau ditentukan dalam sebuah ukuran gelombang otak KHz, akan menjadi persoalan mendasar secara rohaniah. Sebab ditegaskan dalam Al qur’an ,bahwa orang ikhlas tidak dapat ditembus oleh ganguan syetan :

Iblis menjawab: demi kekuasaan engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka ( QS. Shad 38:82-83)

Mengapa orang Ikhlas tidak bisa diganggu oleh Iblis ? Karena manusia yang Ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah secara total, sehingga ia tidak memiliki kekuatan apa-apa, kecuali kekuataan Allah. Mungkinkah perbuatan ikhlas ini bisa dilakukan oleh orang yang tidak beriman kepada Allah ? Mengapa kita bisa mengukur keikhlasan dengan alat gelombang otak sehingga mencapai taraf alfa. Hal ini karena pengaruh konsep barat yang mengatakan bahwa jiwa adalah otak, bukan ruhiyah. Karena ruhani tidak bisa diukur oleh alat apapun kecuali dengan keimanan kepada Allah. Dan yang mampu mengukur ruhani kita hanyalah Allah.

Spiritual gagasan Pesingger dan Paflov mengukur kejiwaan manusia banyak mempengaruhi para ahli spiritual di indonesia. Sehingga membuat kerancuan keruhanian Islam yang membedakan Ruhani dan jiwa menurut barat.

Islam memilki konsep ketuhanan yang berbeda dengan agama-agama yang lainnya. Allah tidak bisa dibayangkan dan tidak bisa diserupakan dengan sesuatu. Dan Tuhan tidak membutuhkan perantara dalam perwujudan manusia atau makhluk yang lainnya.

Dengan adanya penelitian modern yang dilakukan Pessinger, semakin jelas perbedaan ketuhanan Islam dan yang lainnya. Bahwa Allah tidak bisa dilihat oleh mata, sehingga reseptor mata tidak akan memberikan informasi kepada otak dan impuls listrik tidak akan menggetarkan temporal lobes ! tanpa disadari Pessinger telah mengungkapkan keberanan Allah yang tidak bisa ditangkap oleh mata. Dan pessinger menyatakan God Spot hanyalah getaran Listrik, dan saya setuju karena tuhan yang mereka kira, ternyata bukan Tuhan !!

Firman Allah: Dia (Allah) tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui ( QS. Al an’am,6: 103)

Akhirnya banyak korban ketidakpahaman akan ruhani sehingga mereka melakukan tindakan yang sangat fatal mengajak kepada kedangkalan ruhani.
Mengenai The Secret ?

Sekilas memang benar, bahwa the LOA masuk akal, ibarat gelombang suara yang dipancarkan akan berambat keseluruh alam (universe). Sebuah niat yang dipancarkan melalui pikiran positif akan dibantu oleh universe. Namun saya sedikit tergelitik untuk iseng mengajak para kompetitor caleg (calon legislatif) atau calon Presiden untuk memprakekkan berpikir positif untuk mencapai yang dicita-citakan.

Mungkinkah pak Prabowo, Megawati, Wiranto, Yusuf Kalla, berhasil menjadi Presiden yang bersamaan dengan melakukan praktek the LOA, padahal mereka berniat sekali untuk mendapatkan hal tersebut.

Atau mengapa Rhonda tidak mengadakan uji coba di Australia negeri asalnya agar perdana menterinya melakukan hal yang serupa ? sehingga keduanya bisa menjadi perdana menteri.

Lantas yang paling mengerikan, kalau ilmu ini bisa dilakukan secara ilmiah , apa yang akan terjadi dalam kehidupan ini. Karena akan ada banyak keinginan manusia yang akan mengatur alam ini sesuai nafsunya. Dan apa Peranan Tuhan dalam mengatur alam semesta ini.

Mari kita renungkan bersama, bukan untuk saling menyalahkan ……

Jatibening, 1 Desember 2009
Abu Sangkan
sumber http://yusufeffendi.com/abu-sangkan-mengenai-the-secret-quantum-ikhlas.html

Related Posts Plugin for 
WordPress, Blogger...