Rabu, 27 Juni 2012

Dinamika Kelompok, Konsep Diri, Konsep Manusia, Keluarga

KONSEP DASAR KEPERAWATAN
(Dinamika Kelompok)

Oleh :

BAGIYO NUGROHO,S.Kep
Pengertian kelompok

Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama.
   Interaksi antar anggota kelompok dapat menimbulkan kerja sama apabila masing-masing anggota kelompok:
Mengerti akan tujuan yang dibebankan di dalam kelompok tersebut
Adanya saling menghomati di antara anggota-anggotanya
Adanya saling menghargai pendapat anggota lain
Adanya saling keterbukaan, toleransi dan kejujuran di antara anggota kelompok

Menurut Reitz (1977) kelompok mempunyai karakteristik sebagai berikut:
Terdiri dari dua orang atau lebih
Berinteraksi satu sama lain
Saling membagi beberapa tujuan yang sama
Melihat dirinya sebagai suatu kelompok

Pengertian dinamika kelompok

   Dinamika kelompok didefinisikan sebagai konsep yang menggambarkan proses kelompok yang selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri

dengan keadaan yang selalu berubah-ubah.
Tujuan dinamika kelompok antara lain:

Membangkitkan kepekaan diri seorang anggota kelompok terhadap anggota kelompok lain, sehingga dapat menimbulkan rasa saling menghargai
Menimbulkan rasa solidaritas anggota sehingga dapat saling menghormati dan saling menghargai pendapat orang lain
Menciptakan komunikasi yang terbuka terhadap sesama anggota kelompok
Menimbulkan adanya i’tikad yang baik diantara sesama anggota kelompok.

Proses dinamika kelompok
Individu

Ice Breaking

Storming

Forming

Norming

Performing

Pendekatan-pendekatan Dinamika Kelompok
1.Pendekatan oleh Bales dan Homans
   Pendekatan ini mendasarkan pada konsep  adanya aksi, interaksi, dan situasi yang ada dalam kelompok. Homans menambahkan, dengan adanya interaksi

dalam kelompok, maka kelompok yang bersangkutan merupakan sistem interdependensi, dengan sifat-sifat:


    Adanya stratifikasi kedudukan warga
    Adanya diferensiasi dalam hubungan dan pengaruh antara anggota kelompok yang satu dengan yang lain
    Adanya perkembangan pada sistem intern kelompok yang diakibatkan adanya pengaruh faktor-faktor dari luar.

2.Pendekatan oleh Stogdill
   Pendekatan ini lebih menekankan pada sifat-sifat kepemimpinan dalam bentuk organisasi formal.

3. Pendekatan dari ahli Psycho Analysis (Sigmund Freud dan Scheidlinger)

    Scheidlinger berpendapat bahwa aspek-aspek motif dan emosional memegang peranan penting dalam kehidupan kelompok.
    Freud berpendapat bahwa di dalam setiap kelompok perlu adanya kesatuan kelompok, agar kelompok tersebut dapat berkembang dan bertahan

lama.
4.Pendekatan dari Yennings dan Moreno
  Yennings mengungkapkan konsepsinya tentang pilihan bebas, spontan, dan efektif dari anggota kelompok yang satu terhadap angota kelompok yang lain dalam

rangka pembentukan ikatan kelompok. Moreno membedakan antara psikhe group dan sosio group sebagai berikut:


Psikhe group merupakan suatu kelompok yang terbentuk atas dasar suka/tidak suka, simpati, atau antipati antar anggota
Sosio group merupakan kelompok yang terbentuk atas dasar tekanan dari pihak luar.

Fungsi Dinamika Kelompok

Individu satu dengan yang lain akan terjadi kerjasama saling membutuhkan (individu tidak dapat hidup sendiri di dalam masyarakat)
Dinamika kelompok memudahkan segala pekerjaan (dalam dinamika kelompok ada saling bantu antara anggota satu dengan anggota yang lain)

Melalui dinamika kelompok segala pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dapat teratasi, mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar, sehingga

waktu untuk menyelesaikan pekerjaan dapat diatur secara tepat, efektif dan efisien (dalam dinamika kelompok pekerjaan besar akan dibagi-bagi sesuai dengan

bagian kelompoknya masing-masing)

Meningkatkan masyarakat yang demokratis, individu satu dengan yang lain dapat memberikan masukan atau berinteraksi dengan lainnya dan memiliki peran yang

sama dalam masyarakat.
Terimakasih………..


ONSEP DASAR KEPERAWATAN

(Konsep Diri)


Oleh :


BAGIYO NUGROHO,S.Kep

Pendahuluan

   Konsep diri merupakan hal yang kompleks dan abstrak, tidak dapat diraba dan tidak terwujud. “Diri” merupakan konsep seseorang sebagai orang yang

berbeda dengan orang lain dan objek sekitarnya, terpisah dari orang lain dan objek tetapi merupakan manusia yang utuh.
Konsep diri merupakan konsep dasar yang perlu diketahui perawat untuk mengerti perilaku dan pandangan klien terhadap dirinya, masalahnya serta lingkungan.

Pengertian Konsep Diri

   Konsep diri adalah semua ide-ide, pikiran, kepercayaan, dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan

dengan orang lain. ( Stuart dan Sundeen,1991).
  
Teori Perkembangan Konsep Diri
   Secara umum disepakati bahwa konsep diri belum ada sejak lahir tapi berkembang secara bertahap dan juga dipelajari melalui kontak sosial dan pengalaman

berhubungan dengan orang lain dan objek disekitarnya.
Konsep diri dipelajari dari pengalaman yang unik melalui proses eksplorasi diri sendiri, hubungan dengan orang dekat & berarti bagi dirinya
   Konsep diri berkembang dengan baik apabila budaya dan pengalaman dalam keluarga memberikan pengalaman yang positif, individu memperoleh kemampuan

yang berarti serta dapat menemukan aktualisasi diri sehingga individu menyadari potensi yang ada pada dirinya. Pengalaman awal dalam kehidupan keluarga

merupakan dasar pembentukan konsep diri karena keluarga dapat memberikan perasaan diri adekuat atau tidak adekuat, perasaan diterima atau ditolak,

kesempatan untuk identifikasi serta penghargaan tentang tujuan, perilaku dan nilai.

Rentang Respon Konsep Diri

   Respon individu terhadap konsep diri berfluktuasi sepanjang rentang respon dari adaftif sampai maladaftif

Konsep diri terdiri dari 5 komponen ( Stuart dan Sundeen,1991 ) yaitu :
1). Gambaran diri
Gambaran diri adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar atau tidak sadar termasuk persepsi dan perasaan tentang ukuran dan bentuk, fungsi

penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu.

   Gambaran diri ini harus realistis karena lebih banyak seseorang menerima dan menyukai tubunnya akan lebih aman sehingga harga dirinya meningkat.
Perubahan pada tubuh seperti perkembangan payudara, perubahan suara, menstruasi dsb. Merupakan perubahan yang dapat mempengaruhi gambaran diri

seseorang.
2) Ideal diri
Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana ia harus berprilaku sesuai dengan standar pribadi. Standar ini dapat berhubungan dengan tipe orang atau

sejumlah aspirasi cita-cita nilai yang di capai. Ideal diri mulai berkembang pada masa kanak-kanak yang dipengaruhi oleh orang penting dari dirinya yang

memberikan tuntutan atau harapan.

   Pada masa remaja, ideal diri akan dibentuk melalui proses identifikasi pada orang tua, guru dan teman. Ideal diri sebaiknya ditetapkan lebih tinggi dari

kemampuan individu saat ini tapi masih dalam batas yang dapat dicapai. Ini diperlukan oleh individu untuk memacu dirinya ketingkat yang lebih tinggi.
3) Harga diri
Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh prilaku memenuhi ideal diri.
Harga diri yang tinggi berakar dari penerimaan diri tanpa syarat sebagai individu yang berarti dan penting walaupun salah, gagal atau kalah. Hargadiri diperoleh dari

penghargaan diri sendiri dan dari orang lain yaitu perasaan dicintai, dihargai dan dihormati.

   Frekuensi pencapaian tujuan akan menghasilkan harga diri tinggi atau juga harga diri rendah. Jika individu selalu berhasil maka cenderung mempunyai harga diri

yang tinggi dan jika individu sering mengalami kegagalan maka cenderung mempunyai harga diri yang rendah.

Untuk meningkatkan harga diri dapat dilakukan dengan cara:

a. Memberi kesempatan untuk berhasil yaitu dengan memberikan tugas yang kemungkinan dapat di selesaikan, kemudian diberi pujian atau penghargaan atas

keberhasilannya.

b. Menanamkan gagasan dengan memberi gagasan yang dapat memotivasi kreatifitas untuk berkembang.

c. Mendorong aspirasi dengan menanggapi pertanyaan dan pendapatnya serta memberi dukungan terhadap aspirasi yang positif sehingga merasa diterima.dll

4). Peran
Peran adalah pola sikap, prilaku, nilai dan tujuan yang di harapkan dari seseorang berdasarkan posisinya di masyarakat. Posisi di masyarakat dapat menjadikan

stressor terhadap peran karena struktur sosial yang menimbulkan kesukaran atau tuntutan posisi yang tidak mungkin dilaksanakan. Stres peran terdiri dari konflik

peran, peran yang tidak jelas, peran yang tidak sesuai dan peran yang berlebihan.

5). Identitas
Identitas adalah kesadaran akan diri yang bersumber dari observasi dan penilaian yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan

yang utuh.
Seseorang yang mempunyai perasaan identitas diri yang kuat adalah seseorang yang memandang dirinya berbeda dengan orang lain termasuk persepsinya

terhadap jenis kelamin, memiliki otonomi yaitu mengerti dan percaya diri, respek diri, mampu dan menguasai diri, mengatur diri sendiri dan menerima diri.

Ciri-ciri individu dengan identitas diri positif adalah:
a. Mengenal diri sebagai organism yang utuh, terpisah dari orang lain.
b. Mengakui jenis kelamin sendiri
c. Memandang berbagai aspek diri sebagai suatu keselarasan
d. Menilai diri sesuai dengan penilaian masyarakat
e. Menyadari hubungan masa lalu, sekarang dan yang akan datang
f. Memiliki tujuan yang dapat direalisasikan

TERIMAKASIH…………
Konsep Dasar Keperawatan
(konsep manusia)

Oleh :


Bagiyo Nugroho,S.Kep

Falsafah keperawatan
Hakikat manusia yang dimaksud disini adalah manusia sebagai makhluk biologis,psikologis, sosial,dan spiritual, sedangkan esensinya adalah falsafah keperawatan

yang meliputi:
    Memandang bahwa pasien sebagai manusia yang utuh (holistik)
    Bentuk pelayanan keperawatan yang diberikan harus secara langsung dengan memperhatikan aspek kemanusiaan
    Setiap orang berhak mendapatkan perawatan tanpa memandang latar belakangnya
    Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan
    Pasien merupakan mitra yang selalu aktif dalam pelayan kesehatan dan bukan penerima jasa pelayanan yang pasif                 

Paradigma keperawatan
Definisi I
   paradigma keperawatan adalah sebagai pandangan fundamental tentang persoalan dalam suatu cabang ilmu pengetahuan (Masterman 1970)
Definisi II
   paradigma keperawatan adalah
   sebagai suatu perangkat bantuan yang memiliki nilai tinggi dan sangat menentukan bagi penggunanya untuk dapat memiliki pola dan cara pandang dasar khas

dalam melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi dan memiliih tindakan mengenai suatu kenyataan atau fenomena kehidupan manusia
   (Poerwanto P 1997) 

Keperawatan sebagai Ilmu juga memiliki paradigma sendiri dan sampai saat ini paradigma keperawatan masih berdasarkan empat komponen yang diantaranya

adalah manusia, keperawatan,kesehatan dalam rentang sehat sakit dan lingkungan 
   Keperawatan                         kesehatan



                          manusia



                         lingkungan


                   Gambar.komponen paradigma keperawatan
Konsep manusia
Manusia bertindak sebagai klien yang merupakan makhluk bio-psiko-sosial dan spiritual yang terjadi merupakan aspek jasmani dan rohani yang memiliki sifat unik

dengan kebutuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat perkembanganya masing-masing (konsorsium ilmu kesehatan,1992)
Manusia sebagai klien (Individu)
   sasaran pemenuhan kebutuhan dasarnya adalah bio-psiko-sosial dan spiritual yang berbeda dengan individu lainya

Manusia sebagai klien (keluarga)
   dalam memberikan asuhan keperawatan selalu memandang aspek keluarga karena melalui keluarga ini akan dapat diketahui faktor yang mempengaruhi masalah

kesehatan agar tujuan perawatan dalm rangka membantu meningkatkan kemampuan keluarga untuk mampu menyelesaikan masalah (tugas)kesehatan secara

mandiri dapat terpenuhi   
    
Manusia sebagai klien (masyarakat)
   bahwa melalui masyarakat kemampuan individu dapat mudah dipengaruhi dengan adanya fasilitas pelayanan kesehatan,pendidikan, tempat rekreasi,

transportasi,komunikasi dan sosial, sehingga masyarakat sangat diperlukan dalm proses perubahan untuk pemenuhan kebuthan dasar. 
Terimaksih……….
KONSEP DASAR KEPERAWATAN
(Konsep Keluarga Dlm Keperawatan)

Oleh :

BAGIYO NUGROHO,S.Kep
definisi
    Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional dan individu mempunyai peran masing –

masing yang merupakan bagian dari keluarga (Friedman, 1998).

    Keluarga adalah suatu ikatan / persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang

laki-laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak, baik anaknya sendiri atau adopsi, dan tinggal dalam sebuah rumah tangga.

Suprajitno (2004)


TIPE KELUARGA

Tipe keluarga dibagi menjadi 2, yaitu :

A. Keluarga Tradisional
1. Keluarga inti (Nuclear family) adalah keluarga yang hanya terdiri ayah, ibu, dan anak yang diperoleh dari keturunannya atau adopsi atau keduanya.
2. Keluarga besar (Extended family) adalah keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek, nenek, paman, bibi).

B. Keluarga Modern
1. Keluarga berantai (Serial Family) adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
2. Keluarga duda / janda (Single family) adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.
3. Keluarga berkomposisi (Composite) adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.


  4. Keluarga kabitas (Cohabitation) adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.
5. Orang dewasa (laki-laki atau perempuan) yang tinggal sendiri tanpa pernah menikah (The single adult living alone).
6. Keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang berjenis kelamin sama (Gay and lesbian family).

PEMEGANG KEKUASAAN DALAM KELUARGA

  1. Patriakal, adalah kekuasaan yang dominan dipegang oleh ayah.
2. Matriakal, adalah kekuasaan yang dominan dipegang oleh ibu.
3. Equalitarian, adalah kekuasaan yang dipegang bersama / seimbang antara ayah dan ibu.

PERANAN KELUARGA

  1. Peranan ayah, adalah sebagai suami dari istri dan ayah dari anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman sebagai

kepala keluarga.
2. Peranan Ibu, adalah sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peran mengurus rumah tangga, pengasuh, pendidik, anak-anaknya.
3. Peranan Anak, adalah melaksanakan peranan psiko-sosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, social, dan spiritual.

TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

   1. Keluarga antara : masa bebas (pacaran) dewasa muda. Tidak dididentifikasi karena periode waktu antara dewasa dan menikah tak dapat ditentukan.
2. Terbentuknya keluarga baru melalui suatu perkawinan, Keluarga baru menikah
3. Keluarga yang memiliki anak usia muda (anak usia bayi sampai usia sekolah), Keluarga dengan anak baru lahir (usia anak tertua sampai 30 bulan).
3. Keluarga dengan anak prasekolah (usia anak tertua 2,5 tahun – 5 tahun).
4. Keluarga dengan usia sekolah (usia anak tertua (6 – 12 tahun).

  5. Keluarga dengan anak remaja (usia anak tertua 13 – 20 tahun).
6. Keluarga mulai melepas anak sebagai dewasa (anak-anaknya mulai meninggalkan rumah).
7. Keluarga yang hanya terdiri dari orang tua saja/keluarga usia pertengahan (semua anak meninggalkan rumah).
8. Keluarga lansia

STRUKTUR KELUARGA

   1. Struktur peran keluarga, adalah menggambarkan peran masing – masing anggota keluarga dalam keluarga sendiri dan perannya di lingkungan masyarakat,

baik peran formal maupun informal.
2. Nilai atau norma keluarga, menggambarkan nilai dan norma yang dipelajari dan diyakini oleh keluarga, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan.

   3. Pola komunikasi keluarga, menggambarkan bagaimana cara dan pola komunikasi ayah-ibu (orang tua), orang tua dengan anak, anak dengan anak, dan

anggota keluarga lain (pada keluarga besar) dengan keluarga inti.
   4. Struktur kekuatan keluarga, menggambarkan kemampuan anggota keluarga untuk mempengaruhi dan mengendalikan orang lain untuk mengubah perilaku

keluarga yang mendukung kesehatan.

FUNGSI KELUARGA

  1. Fungsi afektif (the affective function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga

berhubungan dengan orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota keluarga.
2. Fungsi sosialisasi dan tempat bersosialisasi (socialization and social placement function) adalah fungsi mengembangkan dan tempat melatih anak untuk

berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berhubungan dengan orang lain di luar rumah.

   3. Fungsi reproduksi (the reproductive function) adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.
4. Fungsi ekonomi (the economic function), yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan

kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

  5. Fungsi perawatan / pemeliharaan kesehatan (the health care function), yaitu fungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap

memiliki produktivitas tinggi. Fungsi ini dikembangkan menjadi tugas keluarga di bidang kesehatan.
TERIMAKASIH…………







Related Posts Plugin for 
WordPress, Blogger...